← Semua pelajaran

Pelajaran #5: Build a scoring rubric for AI output quality + Turn ideas into build plans (bagian 1)

3 November 2026

Selamat pagi. Hari ini ada dua judul. Yang pertama satu prompt tunggal. Yang kedua adalah awal dari sebuah workflow berisi 11 prompt, jadi hari ini kita bahas 2 prompt pertamanya. Besok lanjut ke prompt ketiga dan keempat.

Catatan jujur: teks prompt katalog tidak disalin penuh di halaman ini. Ringkasan di bawah ditulis ulang dengan kata sendiri, dan tautan ke halaman asli katalog disertakan supaya kamu bisa membaca teks lengkapnya di sana.

1. Build a scoring rubric for AI output quality

Apa itu dan kapan dipakai

Ini prompt untuk mengubah pertanyaan "apakah output AI ini bagus?" menjadi rubrik penilaian berbobot. Pakai saat kamu perlu menilai beberapa output AI dengan cara yang sama. Contohnya draf naskah video, hasil kerja coding agent, atau materi latihan bahasa Inggris. Prompt ini dipakai di ChatGPT atau Claude, dengan menempel 3 sampai 5 output nyata, yang bagus dan yang jelek.

Mengapa bekerja

Penilaian dibuat eksplisit sebelum menilai. Dimensinya dipilih dulu. Tiap dimensi punya skala dan contoh jangkar. Bobot mencerminkan prioritas. Ada set kalibrasi supaya dua penilai memberi skor yang mirip. Tanpa ini, penilaian gampang berubah ubah sesuai perasaan saat membaca.

Teks prompt

Ringkasan isinya: tentukan dulu output apa yang dinilai dan apa harapan penggunanya. Lalu pilih dimensi penilaiannya. Buat skala 1 sampai 5 untuk tiap dimensi, lengkap dengan contoh di level rendah, tengah, dan tinggi. Beri bobot tiap dimensi dan rumus skor totalnya. Petakan skor rendah ke jenis kegagalannya. Terakhir, siapkan set kalibrasi dan instruksi untuk penilai. Teks lengkapnya ada di halaman katalog prompt ini.

Contoh terisi

Kasus Aulia: menilai hasil coding agent yang memperbaiki satu halaman program postur. Rubrik mininya tiga dimensi. Ketepatan fungsi bobot 40 persen. Kejelasan instruksi di layar bobot 30 persen. Kerapian dan konsistensi tampilan bobot 30 persen. Skor 5 untuk ketepatan fungsi artinya semua tombol bekerja dan tidak ada fungsi lama yang rusak. Skor 1 artinya fungsi utama gagal total. Setelah tiga output dinilai dengan rubrik yang sama, pilih output dengan skor total tertinggi, bukan yang pertama kali terasa bagus.

Tugas praktik hari ini

Ambil satu output AI dari kerja hari ini. Nilai dengan rubrik mini tiga dimensi di atas. Catat skor tiap dimensi dan skor totalnya sebelum kamu memutuskan output itu dipakai atau dibuang.

2. Turn ideas into build plans, bagian 1 dari 6

Workflow ini berisi 11 prompt dalam 4 tahap. Tahap pertama adalah soal masalah dan pengguna. Hari ini kita bahas 2 prompt pertamanya. Halaman workflow lengkapnya ada di katalog workflow ini.

2a. Problem Statement Framework

Apa itu dan kapan dipakai

Ini prompt untuk merumuskan masalah secara rapi sebelum membangun apa pun. Pakai saat idemu masih kabur. Cocok dipakai sebelum kamu meminta coding agent menulis kode atau sebelum rapat membahas fitur baru.

Mengapa bekerja

Prompt ini memaksa menjawab siapa yang kena dampak, apa kebutuhan mereka, bukti apa yang ada, dan apa yang di luar cakupan, sebelum bicara fitur. Urutan ini penting. Kalau masalahnya salah dirumuskan, solusinya ikut salah, sebagus apa pun eksekusinya.

Teks prompt

Ringkasan isinya: isi kerangka konteks, pihak yang terdampak, kebutuhan, bukti, dan kriteria sukses. Lalu minta output berupa pernyataan masalah satu atau dua kalimat, latar belakang, metrik sukses, batasan dan asumsi, serta hal yang di luar cakupan. Teks lengkapnya ada di halaman katalog prompt ini.

Contoh terisi

Kasus Aulia: fitur panduan gerak di BugarKu. Pernyataan masalahnya begini. Pengguna rumahan butuh panduan gerak yang jelas di layar HP karena mereka berlatih sendiri tanpa pelatih. Saat ini panduannya mudah disalahpahami, akibatnya gerakannya keliru dan latihannya berhenti di tengah jalan. Bukti awalnya adalah keluhan saat uji coba dan gerakan yang terlihat salah di rekaman. Di luar cakupan: fitur ini tidak menilai postur secara medis dan tidak menggantikan fisioterapis.

Tugas praktik hari ini

Tulis pernyataan masalah satu atau dua kalimat untuk satu fitur BugarKu atau program postur. Sertakan siapa penggunanya, apa kebutuhannya, dan apa dampaknya kalau masalah itu dibiarkan.

2b. Amazon PR/FAQ (Working Backwards)

Apa itu dan kapan dipakai

Ini prompt untuk menulis dokumen ala siaran pers Amazon sebelum membangun. Pakai setelah pernyataan masalah selesai. Cocok dipakai untuk menguji apakah sebuah ide layak dibangun, sebelum waktu habis untuk coding.

Mengapa bekerja

Menulis dari sudut pandang pelanggan di hari peluncuran memaksa menjelaskan manfaat yang konkret, bukan daftar fitur. Bagian tanya jawabnya memaksa menjawab keberatan sejak awal. Kalau siaran persnya terasa hambar, biasanya idenya memang belum cukup kuat.

Teks prompt

Ringkasan isinya: tulis siaran pers berisi judul, subjudul, tanggal rencana rilis, paragraf pembuka, masalah utama, solusi, kutipan pimpinan, cara kerja, kutipan pelanggan, dan cara mulai. Lanjutkan dengan tanya jawab dari sisi pelanggan, internal, teknis, dan bisnis. Pegang prinsipnya: berpusat ke pelanggan, spesifik, dan bisa diuji. Teks lengkapnya ada di halaman katalog prompt ini.

Contoh terisi

Kasus Aulia, lanjutan dari contoh sebelumnya: BugarKu meluncurkan panduan gerak lewat kamera HP untuk pengguna yang berlatih di rumah. Pengguna membuka latihan, mengarahkan kamera, dan mengikuti panduan gerak di layar sampai satu set selesai. Kutipan pelanggannya begini. Sekarang saya tahu gerakan saya benar atau salah saat itu juga, jadi saya tidak ragu melanjutkan. Tanya jawabnya menjawab satu hal penting sejak awal. Panduan ini membantu latihan umum di rumah, bukan diagnosis medis.

Tugas praktik hari ini

Tulis draf siaran pers dan tanya jawab satu halaman untuk fitur yang sama dengan tugas 2a. Setelah selesai, bandingkan dengan pernyataan masalahmu. Kalau siaran pers itu menjanjikan hal yang tidak ada di pernyataan masalah, revisi salah satunya.

Besok kita lanjut ke prompt ketiga dan keempat workflow ini.