Pelajaran #8: Feature Prioritization Matrix + SMART Goal Creator
6 November 2026
Selamat pagi. Hari ini kita lanjut workflow Turn ideas into build plans, bagian 4 dari 6. Dua prompt berikutnya: Feature Prioritization Matrix dan SMART Goal Creator. Kemarin kita menetapkan batas proyek dan menulis cerita pengguna. Hari ini kita mengurutkan fitur mana yang dikerjakan dulu, lalu mengubah tujuan yang masih samar jadi tujuan yang terukur. Halaman workflow lengkapnya ada di katalog workflow ini.
Teks prompt di bawah ini disalin lengkap dari halaman katalognya, siap ditempel ke AI tool pilihanmu.
1. Feature Prioritization Matrix
Halaman katalog: https://aiuxplayground.com/prompts/feature-prioritization-matrix
Apa itu dan kapan dipakai
Ini prompt untuk mengurutkan daftar fitur calon berdasarkan skor, bukan berdasarkan firasat. Pakai setelah cerita pengguna ditulis, saat daftar fitur sudah lebih banyak dari waktu yang kamu punya. Cocok dipakai sebelum satu putaran perbaikan BugarKu atau aplikasi Kumbang, supaya yang dikerjakan dulu adalah yang paling berdampak.
Mengapa bekerja
Prompt ini bekerja karena ia memaksa empat hal ditulis dulu. Pertama, konteks: tujuan bisnis, kebutuhan pengguna, kendala teknis, dan jadwal. Kedua, framework yang dipakai: RICE, Value vs Effort, Kano, atau buatan sendiri, lengkap dengan alasan kenapa framework itu yang dipilih. Ketiga, tiap fitur diberi skor per kriteria dengan alasan dan asumsi yang ditulis. Keempat, hasilnya diurutkan jadi daftar prioritas plus rekomendasi roadmap tiga fase dan penilaian risiko. Karena skor dan alasannya tertulis, keputusan mana dulu bisa diperiksa ulang, bukan sekadar ingatan. Perhatian: kalau daftar fitur dan konteksnya samar, skor yang keluar juga samar dan terdengar meyakinkan padahal kosong. Tulis tiap fitur dalam satu kalimat yang jelas dan isi konteksnya sebelum menjalankan prompt.
Teks prompt
Help prioritize features for [product/project] using a structured prioritization framework.
Feature List:
[Paste list of candidate features with brief descriptions]
Context:
- Business goals: [describe]
- User needs: [describe]
- Technical constraints: [describe]
- Timeline: [describe]
Choose a prioritization framework (RICE, Value vs. Effort, Kano Model, or custom) and provide:
1. Framework Selection
- Recommended framework and rationale
- How framework aligns with goals
- Framework methodology
2. Scoring Criteria
- Criteria for evaluation
- Scoring scale
- Weighting (if applicable)
- How to calculate priority score
3. Feature Scoring
For each feature:
- Score breakdown by criteria
- Total priority score
- Rationale for scores
- Assumptions made
4. Prioritized Feature List
- Features ranked by priority
- Justification for ranking
- Quick wins vs. strategic investments
- Dependencies and sequencing
5. Roadmap Recommendations
- Phase 1 (immediate - next sprint/quarter)
- Phase 2 (short-term - next 2-3 quarters)
- Phase 3 (long-term - 6+ months)
- Dependencies and sequencing
6. Risk Assessment
- High-risk features
- Mitigation strategies
- Alternative approaches
- When to reassess
7. Success Metrics
- Metrics for each feature
- How to measure impact
- Review cadence
Format as a prioritization matrix with clear rankings and roadmap recommendations.
Contoh terisi
Kasus Aulia: lima fitur calon untuk BugarKu. Fitur 1: panduan posisi tubuh sebelum latihan dimulai. Fitur 2: indikator tubuh sudah terdeteksi kamera atau belum. Fitur 3: riwayat latihan yang tersimpan di HP. Fitur 4: penilaian gerakan otomatis selama latihan. Fitur 5: mode pelatih live lewat video. Konteksnya: tujuan bisnisnya BugarKu dipakai orang rumahan yang berlatih sendiri; kebutuhan penggunanya tahu posisi tubuh sudah benar sebelum mulai; kendalanya dikerjakan sendiri tanpa backend; jadwalnya satu putaran perbaikan. Dengan framework Value vs Effort, Fase 1 berisi panduan posisi tubuh dan indikator deteksi, karena dampaknya langsung ke kebingungan utama pengguna dan usahanya kecil. Fase 2 berisi riwayat latihan. Fase 3 berisi penilaian gerakan otomatis dan mode pelatih live, karena keduanya butuh kerja besar dan bukan sumber kebingungan utama sekarang.
Tugas praktik hari ini
Tulis lima fitur calon untuk BugarKu atau satu aplikasi Kumbang, lengkap dengan satu kalimat deskripsi tiap fitur. Jalankan prompt ini dengan framework Value vs Effort. Catat satu fitur yang masuk Fase 1 dan satu fitur yang ternyata harus menunggu.
2. SMART Goal Creator
Halaman katalog: https://aiuxplayground.com/prompts/smart-goal-creator
Apa itu dan kapan dipakai
Ini prompt untuk mengubah tujuan yang masih samar menjadi satu sampai tiga tujuan SMART: spesifik, terukur, bisa dicapai, relevan, dan berbatas waktu. Pakai setelah prioritas fitur jelas, saat kamu perlu menjawab pertanyaan ini: sukses itu seperti apa, dan kapan kita tahu sudah sampai di sana. Cocok dipakai sebelum satu putaran perbaikan BugarKu dimulai, supaya hasil akhirnya bisa dinilai, bukan sekadar dirasakan.
Mengapa bekerja
Prompt ini bekerja karena ia memaksa tujuan yang samar dipecah jadi lima unsur yang bisa diperiksa. Spesifik: hasil persisnya apa dan siapa yang tercakup. Terukur: angka atau tanda yang bisa diamati, lengkap dengan titik awal dan target kalau ada. Bisa dicapai: asumsi, risiko, dan arti cukup baik yang ditulis jujur. Relevan: kaitan dengan nilai bagi pengguna. Berbatas waktu: tenggat atau tonggak. Prompt ini juga meminta ritme peninjauan dan dua sampai tiga indikator awal, plus pertanyaan terbuka yang harus dijawab sebelum berkomitmen. Karena asumsi yang dibuat AI harus diberi label jelas, kamu bisa melihat mana bagian yang karangan AI dan mana yang keputusanmu. Perhatian: tujuan yang angkanya tidak bisa diukur di HP atau di catatanmu hanya jadi angan. Pilih angka yang memang bisa kamu amati.
Teks prompt
You are helping me define SMART goals (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
Context (fill in):
- Role / team: [e.g. product designer, PM, eng lead]
- Area: [e.g. onboarding, AI feature adoption, design system]
- Rough intent: [what I want to achieve in plain language]
- Constraints: [time, budget, dependencies]
- How success might be measured: [metrics I care about, if any]
Tasks:
1. Restate the intent in one crisp sentence.
2. Propose 1–3 SMART goals. For each goal, provide:
- Specific: exact outcome, scope, and who/what is in scope
- Measurable: metrics or observable signals (with baseline → target if known)
- Achievable: assumptions, risks, and what "good enough" means
- Relevant: tie to user/business value
- Time-bound: deadline or milestones
3. Add a simple review cadence (e.g. weekly check) and 2–3 leading indicators to watch early.
4. List open questions I should answer before committing.
Keep the tone practical. If information is missing, make reasonable assumptions and label them clearly.
Contoh terisi
Kasus Aulia: tujuan samar "BugarKu dipakai orang dan terasa membantu". Konteks yang diisi: peran pembuat aplikasi solo; area latihan postur di rumah lewat kamera HP; niat kasarnya pengguna baru bisa menyelesaikan satu set latihan penuh tanpa bingung soal posisi tubuh; kendalanya dikerjakan sendiri, tanpa backend, harus jalan di browser HP; ukuran suksesnya pengguna menyelesaikan satu set penuh tanpa berhenti. Hasilnya satu tujuan SMART: dalam 4 minggu, 8 dari 10 pengguna uji bisa menyelesaikan satu set latihan penuh di BugarKu tanpa berhenti karena bingung posisi tubuh. Indikator awalnya: berapa pengguna yang menekan tombol mulai setelah panduan muncul, dan berapa yang berhenti di tengah set. Pertanyaan terbukanya: siapa 10 pengguna uji itu dan bagaimana cara mencatat hasil mereka.
Tugas praktik hari ini
Ambil satu tujuanmu yang masih samar, misalnya soal BugarKu, program postur, atau kerja data dinas. Isi lima baris konteks prompt ini dan jalankan. Pilih satu dari tujuan SMART yang keluar, tulis tenggatnya di catatanmu, dan tulis juga satu indikator awal yang akan kamu amati minggu ini.
Besok kita lanjut ke prompt kesembilan dan kesepuluh workflow ini: Acceptance Criteria Generator dan Stakeholder Alignment Document.